Sabtu, 19 Februari 2011

Dialog Interaktif : PPDB Tahun 2011

Dialog interaktif ini secara “dadakan” diselenggarakan bersamaan dengan Pelantikan Pengurus BMPS Kota Bekasi Masa Bakti Tahun 2010-2015, Tanggal 19 Februari 2011.  Panitia tiba-tiba memutuskan untuk menyelenggarakan dialog ini, saat acara pelantikan hampir usai.  Salah seorang pengurus BMPS (Zubaidi Asnan) didaulat untuk menjadi moderator, kemudian ia memanggil sejumlah narasumber untuk maju ke depan, antara lain : Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi (Drs. H. Kodrato, MM., MBA.), Wakil Ketua DPRD (Sutriono, S.Pd.), Ketua BMPS Provinsi Jabar (Drs. H. Achlan Husein), dan Ketua DP Kota Bekasi (Ir. Haris Budiyono, MT.), serta didampingi oleh Ketua BMPS Kota Bekasi (Drs. H. Omid Sunarya).

Dalam dialog interaktif, hal yang paling hangat dan cukup “memanas” diangkat oleh peserta adalah persoalan rencana kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2011.    Pasalnya, peserta dialog (yang rata-rata adalah pengurus dan anggota BMPS) mengeluhkan bahwa PPDB Tahun 2010 telah menyebabkan “penambahan jumlah peserta didik baru” yang sangat berlebihan dibandingkan dengan quota (daya tampung) yang telah diatur oleh Juknis PPDB Tahun 2010.  Sekedar untuk evaluasi bersama, juknis PPDB telah mengatur daya tampung PPDB Kota Bekasi Tahun 2010 dan alokasinya sebagai berikut :

Jenjang Sekolah
Total Daya Tampung (siswa)
PPDB On-line
PPDB Jalur Prestasi dan Bina Lingkungan
Dalam
Kota
(siswa)
Luar Kota
(siswa)
Prestasi
(siswa)
Keluarga kurang mampu dan lingkungan masyarakat
(siswa)
SMP Negeri
12.716
8.888
610
649
2.569
SMA Negeri
4.760
3.332
238
238
952
SMK Negeri
1.632
1.139
79
 85
329

Nah pada saat pelaksanaan PPDB, juknis tersebut benar-benar dibuat “tidak berdaya”, sehingga pada hampir semua sekolah (terutama di SMPN dan SMAN) terjadi “penambahan jumlah” baik dengan cara menambah kapasitas jumlah siswa per kelasnya maupun dengan cara menambah jumlah rombongan belajarnya, sebagai contoh kasus “penambahan jumlah peserta didik baru” ini disajikan untuk data SMAN 2 Kota Bekasi dan SMPN 12 Kota Bekasi (Berdasarkan Hasil Monitoring dan Rapat Pleno DP Kota Bekasi, Tanggal 14 Agustus 2010).


PPDB Kota Bekasi Tahun 2010
Rombongan Belajar (kelas)
Jumlah Peserta Didik Baru Tahun 2010 (siswa)
SMA Negeri 2
Realisasi
11
515
Juknis
9
360
SMP Negeri 12
Realisasi
12
504
Juknis
9
396

Sampai saat ini (Bulan Februari 2011), belum diketahui secara pasti total “penambahan jumlah peserta didik baru” yang terjadi, namun berdasarkan usulan tambahan anggaran SBB untuk SMPN dan anggaran subsidi untuk SMAN yang ditetapkan pada Bulan Desember 2010 (APBD-P Tahun 2010), dapat diketahui jumlah dimaksud kira-kira sebesar 3.280 siswa untuk SMPN dan SMAN (Reguler) sebesar 2.891 siswa.  Akibat “penambahan jumlah peserta didik baru” yang terjadi ini, maka APBD-P Kota Bekasi Tahun 2010 harus menanggung beban tambahan anggaran sebesar Rp 1.968.000.000 (SMPN) dan Rp 867.300.000 (SMAN).  Tidak berhenti sampai di situ, akibat “penambahan jumlah peserta didik baru” yang terjadi ini juga akan membebani APBD Tahun 2011 dan Tahun 2012 (hingga akhirnya mereka lulus), yakni sebesar Rp 5.670.600.000 per tahun. Berikut ini disajikan tabel yang memuat total daya tampung sesuai juknis dan estimasi “penambahan jumlah peserta didik baru” PPDB Tahun 2010.
                                                                  
Jenjang Sekolah
Total Daya Tampung (siswa), menurut Juknis PPDB Tahun 2010
Estimasi “penambahan jumlah peserta didik baru”
Tahun 2010
Estimasi “jumlah peserta didik baru” Tahun 2010
SMP Negeri
12.716
3.280
15.996
SMA Negeri
4.760
2.891
7.651

Bila diasumsikan sebagai bentuk “penyimpangan”, maka persentase “penambahan jumlah peserta didik baru” di SMPN sebesar 25,79 % dan di SMAN 60,74 %.  Nah, hal yang menarik untuk ditetapkan saat ini untuk merencanakan Total Daya Tampung PPDB Tahun 2011 di Kota Bekasi, apakah Pemerintah Kota Bekasi akan menggunakan angka 12.716 siswa atau 15.996 siswa (untuk SMPN) dan apakah Pemerintah Kota Bekasi akan menggunakan angka 4.760 siswa atau 7.651 siswa (untuk SMAN) ?

Merespon beberapa pernyataan dan pertanyaan peserta dialog tentang PPDB untuk Tahun 2011, maka berikut ini disajikan respon (ringkas) dari narasumber.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi (Kodrato) : “Sistem PPDB On-Line sudah dijalani di Kota Bekasi sudah 2 (dua) tahun berjalan, persoalannya walaupun sudah diberikan alokasi “bina lingkungan” tetap saja ada keinginan dan perilaku untuk menambah jumlah siswa, persoalan ini muncul karena kita semua tidak komitmen terhadap juknis yang sudah dibuat, untuk Tahun 2011 perlu dibahas lebih seksama, terhadap usulan PPDB melalui tes, akan sama persoalannya, pilihan PPDB On-Line saat ini sudah benar, ke depan tinggal diantisipasi persoalan yang bakal dihadapi”.  

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi (Sutriono) : “Persoalan adanya tambahan siswa masuk ke sekolah negeri, bisa diakibatkan karena warga berpikiran “negeri minded”, itu pula harus dicari sebabnya apakah karena motif memilih sekolah negeri itu didasari persepsi kualitas atau karena motif untuk memperoleh subsidi, nah di sisi lain bagi  penyelenggara sekolah swasta juga perlu mengkaji aspek kualitasnya, sehingga apresiasi masyarakat juga akan semakin meningkat terhadap sekolah swasta”.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi (Haris Budiyono) : “Kapasitas otorisasi Tim Pelaksana PPDB yang harus dapat dijamin, agar tidak mudah untuk “diintervensi” oleh hierarkis birokrasi maupun penyimpangan otorisasi kelembagaan lainnya.  Terhadap usulan PPDB melalui tes, patut dipertimbangkan pula azas normatif penerimaan peserta didik baru di SMP dan SMA, yakni bahwa menurut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bahwa seleksi penerimaan peserta didik baru pada satuan pendidikan SMP didasarkan pada hasil ujian akhir sekolah berstandar nasional dan SMA didasarkan ujian nasional, di samping memenuhi ketentuan sebagaimana tersebut, satuan pendidikan dapat melakukan tes bakat skolastik untuk seleksi penerimaan peserta didik baru”.

Keterangan Foto : Suasana kelas yang dimonitor oleh DP Kota Bekasi, di SMAN 2 Kota Bekasi, yang terpaksa mengambil tempat belajar di Ruang Laboratorium MultiMedia (Komputer), karena tidak tertampung di ruang belajar, 1 ruang kelas berisi 48 orang (Agustus 2010).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar