Sabtu, 04 Juni 2011

Kelulusan Ujian Nasional SMP/MTs Tahun 2010/2011 di Kota Bekasi

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi (Dra. Hj. Junarsih, M.Si.) bahwa tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2010/2011 di Kota Bekasi adalah 99,99 %, dari jumlah peserta UN SMP/MTs Tahun 2010/2011 di Kota Bekasi sebanyak 31.510 siswa, dengan catatan hanya 1 (satu) orang siswa saja yang tidak lulus, yakni siswa dari SMP Al-Ikhlas Kaliabang Dukuh.  Bila kita simak tingkat kelulusan tahun ini mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan dengan UN SMP/MTs Tahun 2009/2010 di Kota Bekasi (98,73 %) dari jumlah peserta UN SMP/MTs Tahun 2009/2010 di Kota Bekasi (30.898 siswa).
Sebagai pengetahuan, berikut ini disajikan informasi penting berkaitan dengan kelulusan UN SMP/MTs Tahun 2010/2011 secara nasional :
No.
Informasi UN SMP/MTs Tahun 2010/2011
Sumber
1
Peserta UN SMP/MTs Tahun 2010/2011 seluruhnya = 3.660.803 siswa.

2
Tidak Lulus  UN SMP/MTs Tahun 2010/2011 seluruhnya = 20.234 siswa (0,55 %). SMP sebanyak 17.770 orang dan siswa MTs sebanyak 2.464 orang.
3
Berdasarkan persentase ketidaklulusan paling rendah diraih DKI Jakarta (0,01 %), Jawa Barat (0,05 %), Sumatera Selatan (0,05 %), Bali (0,07 %), Banten (0,07 %), Sumatera Utara (0,12 %), dan Kalimantan Timur (0,13 %).

4
Berdasarkan persentase ketidaklulusan paling tinggi, Provinsi Kalimantan Barat tercatat memiliki persentase ketidaklulusan paling besar, yakni 6,15 % (3.722 siswa) dari 60.518 siswa. Provinsi Kepulauan Riau dengan persentase ketidaklulusan sebesar 3,32 % (657 siswa) dari 19.776 siswa. Kemudian disusul Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan persentase ketidaklulusan sebesar 2,61 % (1.919 siswa) daru 73.458 siswa.

5
Berdasarkan jumlah ketidaklulusan paling rendah : DKI (7 siswa),  Bali (38 siswa),  Sulawesi Utara (59 siswa), Sumatra selatan (63 siswa), dan Kalimantan Timur (66 siswa)

6
Berdasarkan jumlah ketidaklulusan paling tinggi : Jawa Tengah (4.823 siswa),  Kalimantan Barat (3.772 siswa),  NTT (1.919  siswa), Sumatra Barat (1.525 siswa), dan Jawa Timur (1.154 siswa).

7
Terdapat  12 SMP yang diketahui memiliki tingkat kelulusan UN 0 %. (1) SD dan SMP Satu Atap Bonhkakoy, Kabupaten Tujo Una-Una, Sulawesi Tenggara; (2) SMPN Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat; (3)  SMPN 4 Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara; (4) SMPN 4 Tumbang Titi dan (5) MTs At-Taroqi Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat; (6) SMP PGRI Kedewan Bojonegoro; (7) SMPN Terbuka Pragan Sumenep, Jawa Timur; (8) SMPN Petanahan, Kebumen; (9) SMPN 1 terbuka Cepiring Kendal; (10) SMPN Terbuka Tretep, (11) SMPN Terbuka Tembarak; dan (12) SMPN Terbuka Bulun, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

8
Nilai rata-rata nasional UN SMP/MTs Tahun 2010/2011 = 7,56. Nilai tertinggi yakni Bali (8,11). Nilai terendah Kalimantan Barat (6,71).
9
Siswa yang memperoleh jumlah nilai tertinggi UN SMP/MTs Tahun 2010/2011 adalah I Made Aditya Pramartha, SMPN 3 Denpasar (39,10), Ni Made Ayu Suryantari, SMPN 2 Amlapura, Karangasem (38,90), dan Putu Bagus Darmayasa, SMPN 1 Sukawati, Gianyar (38,75).


10
Catatan panitia pusat menyebutkan, rata-rata nilai Bahasa Indonesia dalam UN SMP/MTs = 7,12 (dengan nilai terendah 0,40 atau hanya benar dua butir soal dan nilai tertinggi 10,00.); Bahasa Inggris = 7,52; Matematika = 7,30; dan IPA = 7,41.
Dalam 2 (dua) tahun terakhir Bahasa Indonesia memiliki nilai rata-rata terendah dibanding mata pelajaran lainnya.  Pemicunya, siswa belum terbiasa membaca. Dia menjelaskan, hampir seluruh soal bahasa Indonesia diawali dengan bahan bacaan dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar